Skip to main content

Innalillahi, Hari Kebangkitan Nasional, Kementerian Dalam Negeri mencabut Peraturan Daerah mengenai Peredaran Minuman Keras

by  Azzam Mujahid Izzulhaq



Bagai petir di terangnya siang...
Jam 03.00 pagi waktu sini. Dan saya mendapatkan telpon dari sahabat di tanah air bahwa mulai hari ini (20/5) yg bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, pemerintah melaui Kementerian Dalam Negeri mencabut Peraturan Daerah mengenai Peredaran Minuman Keras. Saya langsung terkaget. Termenung.
Rasanya tak percaya. Walau yg mengabarkan adalah sahabat yg juga mengabdi di Kementerian Dalam Negeri sebagai abdi negara. Saya melakukan cross check ke berbagai sahabat lain di tanah air. Termasuk ke beberapa media. Dan mereka mengiyakan. Selang beberapa jam kemudian saya menemukan 'screenshoot' dari surat kabar ini. Dan saya menggelengkan kepala.
Benak saya kemudian sibuk tak karuan. Terbayang betapa banyak korban akibat minuman keras di tanah aur tercinta, Indonesia. Mulai dari korban kecelakaan lalu lintas yg merenggut sekian banyak nyawa manusia tak bersalah, tindak perkosaan dan pembunuhan, sampai perang suku yg kerap terjadi di Papua. Hampir semuanya berawal dari minuman keras.
Betapa sia-sia apa yg dilakukan oleh para Kepala Daerah untuk menyelamatkan warga masyarakatnya dari dampak buruk minuman keras. Bahkan Papua, melalui Gubernur Lukas Enembe baru beberapa bulan saja memberlakukan aturan ini untuk menyelamatkan generasi emas warga Papua. Dan kini mentah kembali tak karuan kiranya.
Entah apa yg ada di balik benak pemerintah sekarang. Rasanya air mata sudah kering. Kegeraman sudah memuncak.
Inikah kado kebangkitan nasional versi rezim Joko Widodo dan Jusuf Kalla? Terimakasih. Setelah kalian hancurkan masyarakat bawah dengan impor dengan dalih 'menjungkir balikkan' harga, hutang yg seabrek dan tenaga kerja asing ilegal yg berjubel. Kini kalian lakukan genosida generasi bangsa dengan membiarkan minuman keras beredar sebebas-bebasnya. Sekali lagi terimakasih. Kalian memang hebat! Kurang jari jempol saya untuk kalian! Apakah mesti saya mengangkat jari tengah saja?
Astaghfirullahal'azhim. La haula wa la quwwata illa billah. Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashir...
‪#‎SelamatkanIndonesia‬
‪#‎LintasanPikiran‬

Comments

Popular posts from this blog

Uang pecahan baru Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah)

Beberapa hari lalu penulis mendapatkan broadcast tentang diterbitkannya Uang pecahan baru Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) oleh BI,namun setelah baca informasi dari banyak link ,dinyatakan bahwa berita tersebut hoax, belum ada konfirmasi atas penerbitan Uang pecahan baru Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) tersebut oleh bank indonesia

berdasarkan gambar yang diperoleh oleh penulis,nampak bahwa  Uang pecahan baru Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) yang di share, berwarna mirip pecahan 10.000 rupiah , biru ke arah ungu dengan tulisan nominal  Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah)


namun saat penulis memposting gambar uang Uang pecahan baru Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) terserbut pada akun facebook, ada rekan penulis yang menyatakan bahwa orang tersebut pernah melihat secara langsung Uang pecahan baru Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) tersebut dan memberikan komentar "Q wis weruh 2bln yg lalu. Iki sue sue 1jt jd uang receh"(aku udah lihat uang tersebut 2 bulan lalu, lama lam…

TANGGAPAN PENGELOLA PESANTREN LULUSAN "GONTOR" DI JAWA TIMUR ATAS KELAKUAN HARRY TANOE

TANGGAPAN PENGELOLA PESANTREN LULUSAN "GONTOR" DI JAWA TIMUR ATAS KELAKUAN HARRY TANOE YANG DIREKOMENDASIKAN OLEH SAID AQIL SIRADJ KETUA PB NU KE PESANTREN "AL FALAH" BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN DAN KELAKUAN SANTRINYA DALAM MENGHORMATI ORANG KAFIR DENGAN KETERLALUAN:






Karena banyaknya pertanyaan yang masuk ke saya terkait foto di atas, maka saya merasa perlu menyampaikan sikap sbg salah seorang yang diamanati mengasuh sebuah pesantren:
Kedua pemandangan di atas sungguh sebuah ironi. Terlepas dari perdebatan fiqhiyah boleh tidaknya non-muslim masuk masjid, akan tetapi ada bbrp hal yg perlu saya kritisi:
1. Jangan merendahkan diri di hadapan non-muslim, apalagi dg reputasi pergerakan yg nyata-nyata seringkali melukai hati umat, spt penyelenggaraan miss word, dsb.
2. Santri perlu dididik tentang makna "izzah" dan "iffah" yaitu kemuliaan jati diri sebagai muslim dan kesuciannya. Ini harus diteladankan oleh kiainya, orang non-musl…

Amokrane, Atlit MMA yang membuat onar di pulau bali akhirnya meninggal ditembak polisi

RIP Amokrane, one of the MMA athlete got a shot from police after make people around berawa canggu scared. He being rude and want to fight everyoneHe got shot because he bring knife an hurt one of the police.  People in bali always welcome for foreigner who want to come. But please respect us, and we will respect to you, even more. begitu caption yang di berikan oleh netizen bernama Sugiartha Save dengan mengupload foto foto kematian amokrane yang berdasar informasi ditembak oleh aparat.  





Pembuat onar di Bali tewas tertembak peluru polisi,sebelumnya pelaku menyerang polisi hingga tewas dg bberapa luka tusukan..begitu share yang di post kan oleh netizen bernama Beny Kenzie